Avail
Avail
Avail
avail-2
 
 

[GHSC] [GHSC] KERTOSENTONO [2020]

toakjahat93

Anak GoCrot
Thread Starter
Joined
Nov 20, 2019
Messages
299
Reaction score
1,616
Points
93


PROLOG​

Hidup ini adalah perjuangan. Setiap individu berjuang sesuai dengan garis kehidupan masing-masing. Ada yang sedikit berjuang tapi hasil sudah banyak, ada yang banyak berjuang tapi hasil masih sedikit, dan ada juga yang imbang banyak berjuang juga hasilnya banyak atau sedikit berjuang maka hasilnya juga sedikit. Semua itu tergantung ikhtiar dan takdir-Nya. Dua kata yang saling bergabung dan tidak terpisah. Inilah kisahku bersama teman-temanku, kisah seorang pengangguran yang berjuang untuk menatap masa depan yang lebih baik. Gejolak muda kami membara untuk merubah nasib kami.

Salam Hormat saya kepada Admin GC, Satpam, Inspektur, Supmod, Moderator, Panitia, Donatur, Juri dan para member-member forum GoCrot ini. Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya.

Ijinkan saya menyuguhkan cerita untuk mensukseskan event pertama forum tercinta ini yaitu GHSC.

Terima kasih..
:ampun:
Ttd
Toakjahat93
 
Last edited:

toakjahat93

Anak GoCrot
Thread Starter
Joined
Nov 20, 2019
Messages
299
Reaction score
1,616
Points
93
KERTOSENTONO - PART 1
IMPIAN DAN CITA-CITA



Tono


Emak Tono




(POV TONO)

ENGKIK.. ENGKIK.. ENGKIK.. ENGKIKKK.. ENGKIKKK !!!

Suara deritan dipan kasur berkumandang jelas. Aku sedang menggenjot vagina Emak dengan penuh semangat.

PLOK.. PLOK.. PLOKK.. PLOKK !!

Alunan merdu nan syahdu dari kedua paha kami yang saling berbenturan menambah semangatku untuk memuaskan birahi ini.

“Ahhh ... ahhh.. ahhh.. ahhhh.. ahhh... ahhhh.. ahhh" suara cempreng emak yang tak bisa menahan birahi ini.

Terlihat kedua tangan Emak meremas sprei sambil wajahnya menoleh ke kanan dan ke kiri.

“Emakkk mau keluar Toonnnn “

PLOK.. PLOKK.. PLOKK !!!

Aku mempercepat setiap tusukan dan sodokan agar Emak segera meraih orgasme pertamanya.

CRIT.. CRITT.. CRITT !!!

"Ahhh.. aaahhh.. Emak keluarr sayangg. Enakk.. Geli banget memek Emakk"

"Ohhh.. Ahhh.. Iyaa Mak. Lanjut atau istirahat dulu Mak?"

"Lanjut donk. Emak habis minum jamu penambah stamina kemarin. Ganti posisi. Emak yg di atas"

"Siap Mak"

Aku pun berganti posisi.. aku langsung terlentang dan Emak langsung duduk di atas penisku.

SLEB.. SLEBB !!

"Oohhh.. aahhh.. eemmmhhh.. aahhh.. oohhh.. eemmmhhh.. Memekku geli banget Ton. Penis model apa se ini. Enakk bangett"

"Ohh iyaa Makk. Penis ajaib ini Mak. ahhh... goyangan Emak juga enakk banget ini"

"Mmmhhh.. ohhh.. aahhhhh.. mmmhhhh.. ooohhh.. aahhhh.. ahhh" sambil mendesah tangan Emak tidak tinggal diam, tangannya bergerak menuju puting susuku yang berwarna coklat kehitaman dengan puting kecil ini. Tangannya memilin, memutar dan sesekali agak sedikit mencubit puting imutku ini.

Kemudian setelah memilin, tubuh Emak agak sedikit membungkuk. Tangannya bertumpu pada perutku. Kedua kakinya jongkok seperti sedang buang air besar.

PLOK.. PLOKK.. PLOKK !!!

Vagina, pinggul dan pantatnya turun naik di atas penisku. Sambil lidah Emak terjulur menjilati putingku sebelah kanan.

SLURUPPP.. SLURUUPPP.. SLURUPPP !!

PLOK.. PLOKK.. PLOKKK !!

Suara jilatan dan benturan paha bersamaan menambah gairah di pagi hari ini. Penis dan puting geli akibat permainan Emak ini semakin membuatku blingsatan. Tangan kananku meremas rambut Emak sedangkan Tangan kirimu meremas payudara Emak yang agak sedikit kendor ini.

"Ohhh. Ini posisi yang aku suka Mak. Enakk bangett Makk. Aahh.. ohhh" aku mendesah karena tidak tahan dengan servisnya Emak ini.

Setelah menservisku, badan Emak kembali tegak dan langsung menggoyang dengan cepatnya. Payudara Emak bergoyang atas bawah, kanan ke kiri. Aku yang tidak tahan langsung meremas dan memilin puting Emak.

"Aahh.. ohhh.. mmhhh... aaahhhh.. ooohhhh.. aahhhh.. ooohhhh.. aahhhh.. oohhhhh.. Yang keras remasnya Ton"

"Iyaa Makk"

Aku pun meremas kedua payudara Emak dengan keras. Terlihat wajah Emak mendongak menahan geli akibat remasanku ini.

"Oohh.. iyaa Tonn. Aahhh.. oohhh.. aahh. Emakk mau keluar lagi Ton. Aahhh.. ohhhh.. mmmhhh "

CRIT.. CRITT.. CRITT !!

"Udahh keluarr Emak Tonn. Emak udah capekk. segera keluarin spermamu"

"Ganti posisi dulu Mak"

Dengan nafas terengah-engah Emak langsung merubah posisi. Kita sekarang melakukan posisi doggy style. Aku pun mulai memasukkan penisku ke vagina Emak.

PLAK !!

Aku menampar pantat Emak yang begitu besar dan menggemaskan ini.

SLEBB.. SLEBB.. SLEBB !!

"Oohhh.. aahhhh.. oohhh.. Penismu muter-muter di vagina Emak Ton"

"Hehehe. Ini ajaibnya penisku Mak"

PLOKK.. PLOKK.. PLOKKK !!

Aku mempercepat sodokan dan tusukan dengan posisi doggy style ini.

10 menit kemudian penisku sudah mulai berkedut menandakan sperma sudah berada di ujung kepala penis dan siap-siap menyembur vagina Emak.

"Aku mau keluar lagiii Tonn. Geli bangett ini. ahhh.. ohhh.. ahhhh.. ohhh.. ahhh "

“Barengannn Makkkk”

PLOK.. PLOKK.. PLOKK !!

Dengan posisi doggy style, aku sedang menggenjot Emak dengan liar. Terlihat Emak menikmati setiap sodokan dari penisku yang keluar masuk dari liang vaginanya.

“Aahhhh.. ahhhh... aahhhh... ahhhhh.. ahhhhhh... aaahhhh” suara melengking Emak memacu birahinya yang sebentar lagi mau orgasme.

CRITT.. CRITT.. CRITTT !!!

“Emak keluar Tonn” kata Emak sambil merem melek menikmati sisa-sisa orgasmenya.

“Aku juga Makkk”

CROTT.. CROOTTTT.. CROOTTT !!!

“Aaahhh enak Makkk vagina Emakkk, the best-lah punya Emak” ucapku dengan suara yang berat penuh kepuasan



***

Perkenalkan namaku Tono. Tobias Suharsono lengkapnya. Anak asli Indonesia tapi buatan luar negeri. Bapakku, Steven Mokondo adalah penduduk Manchester yang kebetulan kenal Emakku, Sri Rahayu ( ini bukan nama bus wooooyyyy ) lewat aplikasi sosial media yang berlogo huruf F itu. Jalinan cinta mereka mulai bersemi ketika Bapakku terpikat dengan pesona senyum eksotis Emakku yang dijadiin foto profil akun sosmednya.

Akhirnya dengan bermodal nekat dan ditentang oleh keluarga besarnya, Bapakku memutuskan untuk mencoret logo klan keluarganya dan memilih mengejar gadis yang selama ini menghantui disetiap tidurnya. Untunglah Emakku juga memiliki hasrat dan keinginan yang sama dengan Bapak. Mereka akhirnya mengucap janji sehidup semati di Ethiopia karena perbedaan agama yang mereka anut tidak diizinkan untuk menikah di negara bernetizen karet dua ini.

Setelah melalui serangkaian bulan madu yang indah di Zimbabwe dan Wakanda- Wakanda forever, akhirnya mereka berhasil memproduksi makhluk imut nan lucu yaitu Aku. Betapa bahagia Bapak saat aku lahir ke dunia. Saking bahagianya Bapak sampai mengadakan pesta 7 hari 6 malam untuk merayakan kelahiranku ini. Namun saat tali pusarku sudah copot, kedua orang tuaku memutuskan untuk pulang kampung ke Indonesia karena menurut kabar yang beredar dari para tetangga, jika ada bocah laki laki yang lahir di malam Jumat Kliwon akan diculik oleh dukun untuk dijadikan sebagai tumbal.

Kedua orang tuaku memilih tinggal di desa untuk merawat dan menumbuhkan aku. Kami bertiga menjalani kehidupan yang sangat bahagia. Sebagai anak tunggal, aku sangat dimanja oleh kedua orang tuaku.

Namun kebersamaan orang tuaku ini hanya bertahan sekitar 17 tahun karena saat aku masih SMA, Bapakku meninggal karena kejatuhan kaleng biskuit kongguan yang berisi kunci inggris seberat 50 kg saat memacu birahi dengan Emak. Entah gaya apa yang mereka terapkan saat itu, yang jelas kaleng kongguan yang berada di atas lemari bisa jatuh dan mengenai Bapak tepat diatas kepalanya. Bapak langsung meninggal seketika di tempat tanpa sempat muncrat dulu.

Emak yang shock dengan kepergian Bapak yang mendadak itu, lantas berubah menjadi orang yang pendiam. Sudah berbagai cara kami lakukan mulai meminta nasehat keluarga besar, kami ajak rekreasi ke hutan sampe meminta petunjuk polisi lalu lintas namun semua hasilnya nihil.

Aku sebagai anak tunggal tentu sangat sedih melihat keadaan Emak yang seperti ini. Diam-diam tanpa sepengetahuan keluarga, aku meminta pertolongan dukun beranak sakti yang ada di pinggir kota. Ternyata untuk bisa menyembuhkan Emak, ada syarat yang menurutku sangat tidak masuk akal yang harus aku penuhi. Aku harus mau meniduri Emakku karena menurut terawangan sang dukun sakti, yang membuat Emak menjadi diam itu karena Emak masih belum bisa mendapatkan penis pengganti yang bisa memuaskan hasratnya.

Dan seperti yang terjadi dalam adegan diatas, saat ini kami sedang memacu birahi kami di pagi yang cerah ini.

************

HOSH.. HOSH.. HOSH !!!

Deru nafasku memburu setelah capek menggenjot Emak dengan sepenuh hati.

“Sudah sana jangan nindihin Emak. Ditindihin Gajah Afrika bikin pinggang Emak ngilu” Ucap Emak sambil berusaha mendorong tubuhku ke samping.

Aku yang masih menghimpun lagi sisa-sisa tenagaku lalu mengangkat sedikit badanku namun ada suatu hal yang mau keluar dan tak bisa ku tahan lagi.

CURRRRR.. !!!

Air kencing yang tidak bisa aku kendalikan dengan gagahnya keluar saat penisku masih di dalam vagina Emak.

PLAAKKK !!!

“Brengsekk, memekku ngapain kamu kencingi ? dasar anak durhaka” Emak marah-marah setelah tahu aku kencing di dalam vaginanya.

“Ampunn Makkk, aku tadi setelah mengeluarkan sperma eh kencingnya ikut keluar takut ditinggal sendirian di dalam tytyd”

Aku cengar-cengir dengan wajah memelas biar emak tidak nampol wajahku lagi.

“Kan basah ini sprei, bau pesing lagi ini. Ayo di gantii” kata Emak masih tidak menerima alasanku dan ngamuk-ngamuk gak jelas. Kalau Emak sampe kerasukan arwahnya Buto Ijo bisa gawat nih.

“Iyaa Makk iyaa. Tapi aku ke kamar mandi duluuu”

NYUTTT !!

“Aduuhh.. aduhhh.. Ngapain se makk jewer-jewer kupingku” Ucapku mengaduh.

Dengan wajah tanpa dosa, tangan Emak memelintir kuping kananku saat aku mau beranjak dari tempat tidur.

“Enakkk aja. Mak dulu yang ke kamar mandi, memekku gatal penuh dengan kencingmu ini” ucapnya dengan mata melotot.

“Hehehe. ya sorry Makkk. Namanya juga paketan Mak. Jadi ya sperma dan kencing keluarnya harus bareng bareng” ucapku membela diri.

DUAGHH !!

“Apa kamu bilang ? paketan?” ucap Emak sambil memukul kepalaku

“Iya Makkk paketan. Kayak hp-hp di konter itu loh. Beli hp dapat kartu perdana. Kalau ini keluar sperma bonus kencingnya” Ucapku sambil mengusap-usap kepalaku akibat pukulan Emak.

NYUTT !!

“Arek gemblung. Tytyd model sedotan pop ice aja pake sok-sokan ada paketan” ucap Emak sambil mencubit hidungku.

“Aduhhh.. Yang penting kan Emak bisa orgasme. sama Bapak dulu mana ada paketan kayak gini”

“Udah ahh. Bisa gila Emak kalo terus terusan ngobrol sama botol galon dikasih nyawa. ini kencingmu keluar semua dari memek Emak bikin gatel. Sana spreinya di ganti dan di pel sekalian lantainya” ucapnya sambil beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi.

“Ahh Emakkk, nambah-nambahin kegiatan aja” gerutuku sambil mulai mengganti sprei.

****

Ya seperti itulah keadaanku sekarang ini. Mengikuti petunjuk dari dukun yang entah sakti atau cabul itu, kini aku resmi menjadi pria simpanan Emakku. Sudah tak terhitung, berapa kali kami saling bersilaturrahmi antar kelamin. Yang penting bagiku adalah Emak tidak sedih lagi. Soal urusan tabu,biarlah menjadi rahasia antara aku, Emak dan Tuhan saja.

Namun ada satu hal yang membuatku tidak tenang. Bagaimana tidak ketika aku mengeluarkan pejuh pasti kencingku pun ikut keluar. Aneh bin ajaib memang, badanku aja seberat 2 karung gula alias 1 kuintal, punya pusaka sebesar sedotan pop ice tapi untungnya tahan lama (kalau gak tahan lama mungkin aku rela di sunat sampai ngepok (mentok) biar aku gak punya penis sekalian daripada malu –maluin) tapi tiap keluar sperma selalu ada bonus air kencingnya. Aku sudah berkonsultasi via aplikasi halodokter namun jawaban dari dokternya masih membuatku tidak puas. Mungkin aku perlu bertanya ke pakar sedotan.

Sekilas info lagi, Aku di lahirkan 19 tahun yang lalu. Saat pilem Ada Apa Dengan Cinta lagi hits-hitsnya. Namun saat ini aku tidak seberuntung Rangga yang bisa dapetin Cinta. Jalan ninja yang salah membuatku masih saja mengalami tuna asmara. Selain itu, aku juga tuna usaha dan tuna harta. Aku hanya lulusan SMA karena sudah gak ada biaya untuk aku kuliah. Sebenarnya sebelum Bapakku meninggal, Bapak sudah menabung beberapa juta untuk aku kuliah. Tapi karena aku di tipu duobidji, uang yang seharusnya buat kuliah itu ludes raib karena godaan dewa judi amatiran.

Ya aku kalah judi hanya karena diiming-imingi kalau judi bisa menjadi kaya raya. Obsesiku dari dulu adalah kaya di usia muda dan aku mau mengalahkan milyader di seluruh penjuru dunia. Karena ambisiku itu uang yang harusnya buat kuliah akhirnya aku sumbangkan di meja judi. Namun mau dikatakan apalagi, rupanya aku bukanlah keturunan God Of Gambler yang tersohor.

Ngomong-ngomong soal duo bidji yang aku maksud, itu adalah dua mahluk nista yang sealiran denganku. Kerto dan Sentot nama manusia durjana itu. Kita bertiga sudah menjadi sahabat dari kecil. Susah senang kita lewati bersama tapi kebanyakan susah daripada senengnya ketika bersama duobidji ini. Banyak ide-ide yang gak masuk di akal dari produk gagal ciptaan Tuhan ini terutama Kerto. Dari judi togel online, kemudian menggandakan uang di dukun beranak, budidaya tuyul kriting, mencuri sandal di masjid atau mencoba merampok tukang gali kubur, semua sudah pernah kami lakukan dan hasilnya sangat-sangat menakjubkan. Petualangan kami selalu berakhir dengan lomba lari dengan warga.

Sebenernya waktu SMP aku pernah punya cita cita menjadi bos yang mana uang bekerja untukku bukan aku yang bekerja untuk uang. Aku kepengen seperti raja-raja terdahulu. Cuma duduk di temani selir-selir yang aduhai. Uang datang sendiri, makan-makanan enak, dan di suapin selir. ahhh nikmatnya, seperti jingle iklan yang sering muncul di tv “pria punya selir ah”

Andai aku jadi radja, mau apa tinggal minta
Tunjuk sana tunjuk sini dengan sedikit kata
Andai ku jadi raja, punya uang, punya harta
Dan yang pasti aku juga punya kuasa

Andai aku jadi radja. Ku diangkat dielukan
Dikelilingi bawahan dan orang-orang suruhan
Nikmatnya jadi radja, dengan menjentikkan jari
Dan lambaian tangan maka terpuaskan nafsuku


****

Soal Emak, aku juga bingung kenapa aku menodai Emakku. Meskipun sudah di sarankan dukun cabul untuk menodai Emak, tapi aku masih berpikir seribu kali. Aku takut Emak marah dan kerasukan Buto Ijo yang akhirnya jurus auman singanya keluar. Tetapi entah jalan Tuhan atau jalan dukun, waktu itu aku lagi tidur bangun-bangun penisku ini sudah menancap di memeknya Emak. Emak juga begitu bangun-bangun kaget karena memeknya sudah dimasuki penisku. Aneh bin nyata memang. Kita seperti di rasuki dua setan yang mesum. Bangun-bangun alat kelamin kami sudah bersatu. Karena sudah terlanjur, maka kita lanjutkan pertempuran itu. Semenjak itu aku setiap malam melayani Emak yang ternyata Emakku adalah orang yang hiperseks.

Setelah kami saling bersiturahmi tadi dan mengganti sprei tak lupa mengepal lantai karena air kencingku, aku segera mandi. Tidak lupa menggosok gigi. Habis mandi ku tolong Ibu. Dan merapikan lagi tempat tidurku.

“Nih.. kopi sama pisang goreng” ucap Emak sambil memberikan secangkir kopi dan sepiring pisang goreng setelah aku selesai clear area pertempuran.

“Widih pagi-pagi sudah di gorengin pisang goreng. Rajin betul Emakku ini” kataku sambil ilerku langsung auto ngeces.

PLETAKKK !!

“Emang kamu bisanya cuma malas-malasan sama habisin uang Emak” ucapnya sambil menjitak kepalaku lagi.

“Aduh.. Jangan jitak terus kenapa se Makk, otakku jadi miring nih” ucapku dengan kesal.

“Lah, dari dulu emang sudah miring kan? Sudah Emak mau ambil uang untuk belanja dulu” ucap Emak seraya berjalan meninggalkan aku ke dalam rumah untuk mengambil uang.

“Okee Makkk” ucapku mengacungkan dua jempol.

Setelah Emak masuk ke dalam rumah, aku menikmati pisang goreng dan kopi buatan Emak sambil melamun. “pagi-pagi gini enaknya ngapain yak ? apa yang bisa aku lakukan untuk dapat uang ya” pikirku. Uang sudah habis tadi malam kalah judi lagi, apa aku kerumahnya Kerto ya pasti dia juga bingung mau ngapain. ah telpon dulu ah.

Tutt.. tutt.. tutt !!

“Haloo. ahhh... Ngapain pagi-pagi telpon cukk. Ahhhh” Ucap Kerto setelah menerima panggilan teleponku.

“Ngapain kamu sob kok mendesah-desah gitu. Lagi boker yee?” tanyaku menggodanya.

“Iya nih, mules perutku. Aahhh.. ahhh” ucap Kerto

“Hueekkk. pantes baunya sampai kecium disini. wkwkwkwk” Jawabku

“Aahhh bude mau keluaarrr To” terdengar suara wanita di telpon.

“Bangsatt. Elu lagi ngentot budemuu cukk ?” Tanyaku heran setelah mendengar suara wanita di teleponku.

“Hehehe. sebentar ya sob. Nanti aku telp lagi” ucapnya seraya menutup telponku.

“Asuuu (anjing)” ucapku memaki.

Tutt..tuttt..tuttt !!

Terdengar suara teleponn dimatikan.


Kerto


Bude Kerto

Sekilas tentang Kerto, nama lengkapnya Kertonyono. Dia adalah salah satu makhluk durjana yang pernah aku temui di dunia ini. Betapa tidak, kalau orang pertama kali melihatnya akan segan. Tapi ketika dia mulai berbicara maka mulai keluar wujud aslinya yaitu si-manusia upil. betapa tidak, ketika ngobrol sebelum dia berbicara pasti dia ngupil dulu dan kalau ngupil pake jari tengah.

Lawan bicaranya pun langsung emosi karena merasa di lecehkan sama dia. Kadangkalanya lawan bicaranya langsung menonjok atau sekedar membentak dia. Aneh bukan, aku juga kadang emosi kalau gak sadar ketika sedang serius-seiusnya mengobrol. Selain menusia upil, dia juga manusia sesat karena dialah uangku jadi habis, ide-ide konyolnya membuat orang jatuh ke juraang semakin dalam dan sukanya menjerumuskan aku dan Sentot. Entah dia ini terbuat dari tanah atau api biar jadi rahasia dia dengan Tuhannya.

Kerto sebenernya dari kelurga bahagia. Dia sama sepertiku anak tunggal dari produk luar negeri, bedanya kalau Bapakku dari Manchester sedang Bapaknya Kerto dari Las Vegas. Nama Bapaknya adalah Nyono Nyek Nyobe, sedangkan Ibunya bernama Sumini. Warga desa menyebut keluarga Kerto dengan sebutan keluarga pinus (serial tv kalau anak jaman old pasti ngerti, yaitu keluarga yang semua rambutnya keriting kribo).

Dulu dia berambut kribo, pada saat dulu masih jaya-jayanya karena dia sering berhasil menang judi togel, dia dengan songongnya mengajak aku. awalnya aku kira mau di traktir atau di belilan sesuatu, gak tahunya ke salon untuk merebonding rambutnya. Katanya berat dan capek keramas kalau rambutnya kribo. Dia pengen seperti aku berambut lurus dan gak tahunya salah masuk salon yang mana pelayannya semuanya adalah manusia ACDC (baca : bencong). Ketika selesai merebonding rambutnya menjadi lurus, Kerto dengan muka songongnya karena tampilan baru mau membayar ke kasir, gak tahunya setelah merogoh saku hasilnya nihil, uang dan dompetnya ketinggalan.

Mau mengambil uang dulu juga jaraknya jauh antara rumah dan salonnya, karena bingung uangnya ketinggalan, akhirnya dengan wajah melas meminta untuk ngutang dulu. Sang kasir awalnya tidak mau tetapi karena melihat wajah kerto memelas akhirnya memberikan gratis ke Kerto. Awalnya Kerto sumringah tetapi saat sang kasir bilang dengan satu syarat penisnya mau di sedot sama kasir itu yang notabene bencong. Dengan sangat terpaksa akhirnya Kerto mau menuruti dan setelah proses sedot menyedot itu, dia tidak bisa kencing 3 hari 3 malam.

Nasib Kerto tidak beda jauh denganku. Bagaimana tidak, di usia yang 17 tahun sebelum Bapakku meninggal ketiban kongguan, dia duluan yang mendapat musibah. Bapaknya dan Ibunya meninggal bersamaan karena kena sambaran petir ketika hujan lebat, dan meninggalnya ketika Bapak Ibunya memacu birahi di kebun belakang rumahnya. Sudah tahu hujan lebat dan disertai petir, Bapak dan Ibunya malah bercinta di semak-semak kebun belakang rumahnya. Mungkin biar kayak pilem Bollywood kali ya. Dan yang Apes lagi, meninggalnya dalam keadaan penis Bapaknya menancap di vagina Ibunyaa.

Sejak saat itu, Kerto hidup seorang diri dan menempati rumah sendirian. Karena kasian, maka budenya ikut mengasuh dan merawat Kerto meskipun tidak satu rumah, rumah budenya berada di samping rumahnya Kerto. Kebutuhan-kebutuhan rumah selalu di sediakan Budenya termasuk makanan dan keperluan lain-lain. Akan tetapi kebaikan Budenya tidak serta merta membuat Kerto hormat, malah kebaikan budenya dibalas dengan kecabulan Kerto ibarat air susu di balas dengan air pejuh. Dasar Kerto manusia yang tidak tahu diri, ketika sudah umur 18 tahun dia malah memberikan obat perangsang ke Budenya maka kejadian di atas adalah efek dari obat perangsang itu, yang akhirnya Budenya menjadi ketagihan karena penis Kerto bisa memutar ketika di masukkan ke vagina Budenyaa.

***

Enak-enak melamun tentang masa lalu Kerto yang membuat aku terpingkal-pingkal, terdengar suara auman singa dari dalam rumah

“TONOOOOOO, Durhaka ya kamuu” ucap Emak berteriak mengeluarkan jurus auman singanya. Aku pun menutup telingaku karena angin mulai berhembus setelah jurus auman singa Emak mulai keluar.

WUSSHHH.. !!

PRANKKKK.. !!

Benda-benda yang berada di dalam rumah melayang berterbangan menuju ke arahku. Aku pun dengan sigap mengelak dan menghindarinya.

“Apa lagi Makkk” ucapku dengan kaget.

WUSSHHH.. !!

PRAANNKKKK.. !!

Emak masih melemparkan benda ke arahku aku yang langsung berdiri mencoba mengelak dan menghindarinya.

“Uang emak kok tiba-tiba tinggal sedikit. pasti kamu mencurinya semalam” Ucap Emak sambil melempar benda.

“Hahaha. ampun makkkk. Kaboorrrr” ucapku yang langsung berbalik badan dan berlari karena ketahuan mengambil uang Emak tadi malam yang aku buat untuk berjudi dengan duo bidji itu.

DUAGHHH !!!

“Watawwww..” rintihku karena lemparan terakhir emak tepat mengani kepalaku. Gak tanggung-tanggung benda yang dilempar Emak adalah ulek - ulek. Aseemmm og Emakku.

“TONOOOOO BERHENTII KAMUUU. AAAUUUHHHHHH” Ucap Emak sambil mengeluarkan jurus auman singanya.

WUSH..WUSSHH !!

Suara angin mulai datang akibat jurus Emak itu. Aku pun berlari sejauh mungkin dari amukan Emak. Lariku terasa berat karena terkendala angin yang mulai datang, tapi daripada kepalaku benjut (hancur) aku masih terus berlari dan berlari.

Setelah dirasa aman dari amukan Emak, aku pun beristirahat sejenak sambil meregangkan badan karena olahraga mendadak ini.

HOSSHH.. HOSSHHH.. HOSSHHH !!!

Deru nafasku tak beraturan, bangsat memang Emak ini. Pagi-pagi sudah disuruh olahraga, eh aku ding yang bangsat karena kemarin mengambil uang Emak buat taruhan judi bola. Eh apesnya kalah, kalahnya di menit injurytime lagi. Bangsat.. Hidup kok apes melulu. Aku pun berjalan menuju rumahnya Kerto karena tadi aku berlari ternyata searah dengan rumahnya Kerto. Pasti Kerto sekarang masih ngentot sama Budenya. Gangguin ah.

Setelah sampai di depan rumahnya Kerto, ternyata bener keadaan rumahnya tertutup. Aku pun mencari cara untuk mengintip. Aku clingak-clinguk mencari cara agar bisa mengintip Kerto ngentot Budenya. Tapi ternyata tidak ada cela untuk mengintip. Pinter rupanya Kerto, dia tahu bagian mana aja yang bisa jadi celah untuk mengintip. Dia sudah menambal lubang-lubang yang bisa menjadi celah untuk mengintip. Aku pun punya ide untuk mendobrak pintunya biar seperti penggrebekan yang ada di berita-berita patroli. Hahahaha.

Aku mulai berjalan mundur beberapa langkah, aku pemanasan dulu dengan mengangkat kaki, kepalaku aku gelengkan ke kiri dan ke kanan, tanganku juga aku kibas-kibaskan. Setelah cukupp aku mulai mengambil ancang-ancang.

“Hiyaaaa” kataku sambil mulai berlari menuju pintu depan rumahnya Kerto. Belum juga sampai di pintu. Terlihat Kerto dengan santainya membuka pintu. Aku yang sudah terlanjur berlari dengan kecepatan penuh dan mau mengerem sudah gak bisa lagi. Terlihat Kerto yang awalnya santai tapi setelah melihatku berlari kearahnya, dia pun kaget dan gak bisa menghindari aku yang sedang berlarii dengan kencangnya.

DUAGGHH !!

Kepalaku berbenturan dengan kepala Kerto. Kerto yang gak bisa menahan badanku yang sebesar 1 kuintal ini akhirnya ikut terdorong ke belakang.

GEDUBRAKKKK !!

Badanku dan badan Kerto mengenai meja yang berada di belakangnya.

KRAAKKK !!

Suara kaki meja yang terbuat dari kayu, patah tidak bisa menahan tubuh kami berdua. Aku dan Kerto terlempar ke samping meja yang di situ terdapat almari.

BRUUAAKKK !!

Suara badan kita setelah menubruk almari yang berada di samping meja. Kita terjatuh sambil terlentang.

BLUUGGHH.. GEDEBUKKK.. BUGHHH !!

Suara beberapa tumpukan buku yang ada di atas lemari jatuh semua menimpa tubuh kita berdua.

“Aduuhhh.. bangsat kamu Ton. Salahku apa tiba-tiba kamu nubruk aku” rintihan Kerto mengaduh kesakitan.

“Aduuhh.. kepalaku benjut (hancur) sudah otakku ini To. Kamu ngapain pake membuka pintu? aku mau mendobrak pintumuu, mau lihat kamu ngentotin budemuuu. Asuuu. Aduhhh” ucapku mengaduh kesakitan sambil menggerutu.

“Asuuuu kamu. Budeku sudah pulang barusan. Aku tadi mau ke rumahmu ngajakin ke rumah Sentot” ucap Kerto pelan sambil mengusap-usap kepalanya.

“Apes aku hari ini To. Kepalaku sudah 3x kebentur hari ini, koplak aku sekarang.. koplakk (hancur). Tadi sudah di lempar ulek2 sama Emak, ketambahan kebentur kepalamu, terakhir kena buku yang tebal lagi. Pusingg aku sekaranggg. Asuuuu” ucapku yang masih mengadu kesakitan.

“Sama cukkk. aku jugaa pusing sekarang cukkk. apalgi kebentur kepalamu yang besar. Sekarang badanku juga kamu tindihi” keluh Kerto dan mencoba mendorong badanku ke samping.

“Sebentar to. Istirahat duluu. Aku masih pusing ini” Ucapku memelas.

“Tapi gak usah nindihi aku cukk. Kayak kita ngentot aja. Aku bukan homo cukkk, kesamping sana” Ucap Kerto.

Aku pun menggeser Badanku ke samping. Setelah kita tabrakan tadi tubuhku menindihi badan kerto yang lunglit (balung = tulang, kulit) kita seperti dua homo yang lagi ngentot. Asuudeh. Apes-apes aku hari ini.

Setelah istirahat sebentar dan kepalaku sudah gak pusing, kemudian Kerto mengajak aku ke rumahnya Sentot. Sahabatku yang ketiga, nama lengkapnya adalah Sukentot Suparno. Dia bertubuh pendek, berkulit putih, pakai kacamata dan berambut kriting juga.


Sentot

Dia juga melakukan rebonding rambut karena diiming-imingi Kerto rebondingnya gratis, akhirnya Sentot mengikuti saran Kerto dan dia juga mau gak mau di sedot penisnya sama bencong karena dia juga gak membawa uang. Nasibnya pun sama kalau Kerto tidak bisa kencing 3 hari 3 malam, Sentot malah 7 hari 6 malam tidak bisa kencing akibat di sedot bencong itu. Entah gimana cara nyedotnya sampai kedua temenku ini mengalami penyakit tidak bsa kencing.

Sentot juga sama seperti aku dan Kerto. Dia anak tunggal dari keluarga asli daerah. Bapaknya bernama Suparno dan Ibunya bernama Sulasmi. Bapak dan Ibunya pergi merantau ke pulau seberang hal ini di karenakan uang hasil kerja Bapaknya disini di habiskan sama Sentot untuk berjudi, beli buku dan beli video bokep.

Buku yang di beli Sentot seperti majalah bobo, komik shincan, dan majalah dewasa. Hobby Sentot yang lain ialah pengkoleksi video bokep dan gak tanggung2 alirannya kesukaan dia adalah bdsm (bondage, dominance, sadism, marchosism) makanya mata dia bukan minus lagi tapi sudah positif kebanyakan nonton video bokep dan majalah bobo. Sentot di sini tinggal dan di rawat oleh Neneknya.


Nenek Sentot


Sentot mempunyai kesukaan sama dengan Kerto, kalau Kerto suka mengupil pake jari tengah sedangkan Sentot sukanya menggaruk selangkangan dan pantat. Hal ini terjadi pada saat kami kecil dulu, kami suka bermain sepakbola di lapangan desa. Ketika sedang istirahat di atas rerumputan, penis Sentot digigit Tungau. Gak tanggung-tanggung, ada sekitar lima Tungau yang bersarang di penisnyaa.

Aku dan Kerto membantu untuk mengambil Tungaunya itu. Tapi semenjak itu, Sentot sering mengeluh bahwa penisnya sering gatal makanya dia suka menggaruk selangkangan. Kalau soal menggaruk pantatnya, karena Sentot suka memakan parutan kelapa yang akhirnya dia kena syndrom kremi yang mana pantatnya serasa gatal terus. kadang aku heran kenapa aku di ciptakan dengan kawan yang aneh ini. Tapi inilah keadilan dari Sang Pencipta.

Aku pun tersenyum mengingat masa lalu sentot yang penuh kekonyolan ini sembari menunggu Kerto yang sedang mengganti baju karena kotor akibat bertabrakan tadi, sedangkan aku membiarkan bajuku kotor karena nanggung mau ganti baju belum lagi Emak jelas masih marah- marah.

Setelah Kerto siap, kami pun pergi ke rumah Sentot yang berada di gang selanjutnya. Sentot ini tinggal satu rumah dengan Neneknya, orang tuanya setahun sekali pulang waktu lebaran. Jadi sejak menginjak SMA hingga sekarang, Sentot hidup berdua dengan Neneknya. Setelah tiba di rumah Sentot, kita berdua celingak celinguk seperti maling karena keadaan rumah Sentot juga sama sepi sama dengan rumah Kerto tadi. Dimana semua pintu tertutup padahal biasanya waktu pagi rumahnya selalu terbuka karena Nenek Sentot membuka usaha menjahit baju kebaya maupun batik.

“Kok sepi To rumahnya Sentot ?” Tanyaku kepada Kerto

“Iya gak biasanya rumahnya tertutup, biasanya terbuka pintunya. Apalgi pelanggan banyak datang di pagi hari” Jawab Kerto

“Makanya itu To. Apa jangan-jangan pergi keluar ya Sentot sama Neneknya?” Ucapku

“Coba telpon dulu aja Ton” Perintah Kerto

Aku mengambil hp di saku dan mulai memencet tombol telepon.

Tut..tut..tut !!

“Nomor yang anda tuju tidak mau menerima panggilan anda” Ucap seseorang di telepon setelah gak di angkat, aku mencoba telepon lagi sampai tiga kali. Tetapi hasilnya sama teleponku gak di angkat juga sama Sentot.

“Gak di angkat To, sudah tiga kali ini aku telepon” keluhku kepada Kerto

“Yaudah ayo digedor yuk pintunya.” Ucap Kerto

Kemudian aku dan kerto mulai membuka pintu pagar yang terbuat dari kayu dan sialnya pintu pagarnya juga di kunci. Setelah mencari jalan lain gak ada, akhirnya aku sama kerto sepakat untuk meloncat pagar rumah Sentot yang terbuat dari kayu itu.

Kerto mulai memanjat dan meloncat pagar rumahnya sentot.

HUP.. GEDEBUKK.. !!

Kerto terlihat lancar memanjat dan meloncat, sekarang posisi dia sudah di halaman rumahnya Sentot. Sekarang giliran aku, aku mulai melangkah menapak di pagar kayunya. Setelah berhasil sampai di atas, sialnya kayu itu gak kuat menopang badanku.

KREEKKK.. KREEKKK !!

Setelah tau kayunya mulai patah aku segera meloncat tapi aku juga agak takut karena pagarnya agak tinggi. Aku pun mulai ragu. Tapi kepalang tanggung kayunya yang aku buat topangan gak kuat menahan tubuhku.

KRATAKK... KRATAK.. !!

Mau gak mau, aku segera meloncat karena kayunya sudah patah. Karena aku tadi belum siap meloncat akhirnya setelah mendarat ternyata tumpuan kakiku gak pas.

KREKK.. !!

Suara bunyi tulang engkel kakiku.

“Asuuuuuu, engkelku mengsle (kegeser) cukkk” kataku menahan sakit.

“Ngoahahahahahaha. Makanya badan tu di kecilin. Diet Ton diet” ucap Kerto sambil tertawa terpingkal-pingkal

“Asuuuu. malah di tertawai. Sakit nih suuuu” Ucapku bersungut-sungut

“Lha lihat gerakanmu kayak gitu rasanya pengen ngakak guling-guling. Hahahahaha” katanya sambil tertawa terpingkal-pingkal.

“Bantuin napa suuu. gak bisa berdiri ini” keluhku sambil meringis menahan sakit.

“Iyaa – iyaa, tapi aku mau tertawa sampai puas dulu. Hahahahaha” tawa Kerto

“Fuck memang raimu (wajah) iku” ucapku dengan jengkel.

Setelah puas tertawa, Kerto akhirnya membantuku berdiri. Dengan jalan terpincang-pincang dan di bantu sama Kerto akhirnya aku sudah duduk di teras.

“Dipijitin kemana ini kakiku? Aku hari ini kok sial mulu ya To” ucapku

“Makanya mandi junub dulu kalau habis ngentot” jawab Kerto

“Oh iyaa – iya aku lupa mandi junub” kataku jujur.

“Asuuu. Habis main sama sapa? Emakmu?” Tanya Kerto. Upss. Sepertinya aku keceplosan,

“Hehehe.. hehehe.. cukk, keceplosan” kataku meringis.

“Sungguh terlalu. Anak durhaka banget kamu Ton” Ucap Kerto

“Asuuu. Gak ngaca ta koen (gak ngaca dirimu). Kamu juga ponakan durhaka cukk. Budemu juga kamu embat” kataku

“Hehehehe. Iya ya, kita memang di takdirkan seperti ini mau gimana lagi” ucap Kerto beralasan

“Sebentar - sebentar. Kamu juga belum mandi junub kan?” Tanyaku menginterogasinya.

“Sudah ya. Tadi habis kamu telepon tadi sudah mau selesai acara ngentotnya, terus mandi junub sama ngentot quickie sebentar di kamar mandi. Hehehe. Habis itu budeku pulang lewat pintu belakang, eh mau buka pintu depan ada truck tronton sedang berlari gak bisa ngerem. Apess gak itu” Ucap Kerto

“Diamputt (bangke). Aku tadi habis telepon kamu lagi enak-enak ngopi di teras tiba-tiba di lempar emak” Ucapku.

“Lha gara-gara apa? Masak habis memacu birahi kok di lempar, kamu peltu ya” kata Kerto nyinyir

“Endaakk cukkk. Emak selalu puas dengan servisku. Aku di lempar gara-gara koen (dirimu) cukkk. Tadi malam taruhan itu kan uang emak yang aku ambil.” Ucapku bersungut-sungut

“Asuuu. hahahahaha. Jadi tadi malam itu kamu mencuri uang emakmu?” Tanya Kerto dengan polosnya.

“Iyaaa. Hehehehe. Eh lemparan terakhir kena kepalaku dan yang di lempar pas ulek-ulek lagi. Kopyor nih kepalaku” jawabku meringis

“Huaahahahahaha. Terus Gak pingsan?” Tanya Kerto

“Enggak cukk. Agak pusing dikit. Makanya aku terus berlari menuju rumahmu. Eh pas di rumahmu niat mau menggrebek kayak di pilem-pilem dengan dobrak pintumu. Sebelum sampai pintu kamu gak berdosa membuka pintu. Sudah tiga kali ini apesku gara-gara kamu semua” Ucapku menjelaskan keapesanku hari ini.

“Hahahahaha. Salah kamu sendirilah, ngapain nyalahin aku. Yang terakhir kan kamu sendiri yang salah gak bisa manjat pagar” kata Kerto

“Itu ya gara-gara elu cukk. Kalau kamu gak ngajak aku naik pagar, gak mungkin kakiku terkilir. Asuuu” jawabku dengan jengkel

“Hahahahaha. iya yaa. Makanya habis ini mandi junub habis itu di lanjut mandi kembang 7 rupa, biar hilang tu apesmu” imbuh Kerto.

“Enteng men cocotmu. Asuuu pancen raimuuu (gampang banget mulutmu. Anjing memang wajahmu)” ucapku memaki Kerto

“Eh, kok kita keasyikan ngobrol. Ayo di ketuk pintu rumahnya” Ucap Kerto mengajak membuka pintu

“Oh iyaa. Kamu aja, kakiku masih sakit..” jawabku

TOK.. TOKK.. TOKK !!

“Tott.. Sentott” kata Kerto memanggil-manggil Sentot, tapi gak ada jawaban dari dalam rumah.

“Gak ada yang jawab Ton” keluh Kerto

“Coba ke jendela atau ke belakang rumahnyaa” perintahku

Kerto pun menuju samping rumah untuk mencoba memanggil Sentot. Sapa tahu dia lagi tidur, tapi sudah 10 menit Kerto gak balik-balik. Kemana nih bedes (monyet) satu itu. masak kesasar? Cuma ke samping dan belakang rumah. Karena kakiku masih sakit aku pun menunggu dengan sabar sambil memainkan game di hp.

“Huek.. huekk.. huekk..” Tiba-tiba Kerto datang dengan mau muntah. Entah apa yang dilihatnya sampai orang satu itu sampai kayak gitu.

“Kenapa To?” tanyaku dengan heran.

“Bangsat Sentot. hueekkkk.. Gak habis pikir aku. Huekk..” ucapku sambil muntah-muntah tapi muntahnya cuma muntah ludah.

“Kenapa Sentot?? jangan lebay ah.. ayo cerita dulu” ucapku

“Sssttttttt. Sentot sekarang lagi ngentot sama Neneknya cuk” Kata Kerto yang membuatku kaget.

“Asuuuuu, masak? jangan bohong lu” Ucapku dengan heran.

“Cukkk, ngapain aku bohong. Ayo kesana dengerin aja sendiri. Aku tadi habis ngintip sedikit” kata Kerto mengajak aku mengintip Sentot.

“Ayo. Bantuin jalan ya.” Jawabku.

Kemudian aku dibantu Kerto dengan cara dipapah. Aku juga penasaran apa yang di dengar dan dilihat oleh Kerto. Masak Neneknya aja di embat sama Sentot. Gila – gila, padahal Neneknya Sentot kira-kira sudah umur 80 an masak masih doyan dengan Neneknya. Kulitnya juga udah keriput banget padahal. Asuuu memang kalau sampai bener itu. Setelah sampai jendela kamarnya Sentot aku pun mendekatkan kupingku di jendelanya.

“Aahhhhh.. ahhhhh.. ahhhh terusss Tott. Enakkk. Nenek udah lama gak ngerasain ngentott” Terdengar suara Nenek Sentot dari dalam kamar.

“Iyaa Nekkk. Aku udah lama pengen ngentot sama Nenek.” terdengar suara Sentot menimpali ucapan neneknya

PLOKK.. PLOK.. PLOKK !!

Terdengar suara paha berbenturan. Asuu sekali. Ternyata bener ucapannya Kerto, Sentot lagi ngentot sama Neneknyaa. Bangsat - bangsat. Gak hanya aku, sekarang Kerto pun sudah naik di injakan kursi untuk mengintip di sela lubang yang berada di atas jendela.

“Aahhhh.. ahhhh...ohhhh..ahhhh.. ohhhhh... Nenek mau keluar Tott.” terdengar desahan suara Nenek Sentot

“Iyaa nek di tahaann ya Nekk. Sentot juga juga mau keluar ini. Ahhhhh..” teriak Sentot.

PLOKK.. PLOKKK.. PLOKKK !!!

“Aku keluarr Toottt. ohhh enakkkkk Tottt. Kontolmu enakkkkk” Suara Nenek Sentot dari dalam kamarnya.

CRITT.. CRITTT.. CRITTT.. !!!

PLOKK.. PLOKK.. PLOKK.. !!!

“Aku juga Nekkk. Oh memekmu legittt Nek meskipun udah keriputtt” terdengar suara Sentot.

CROTT.. CROTTT.. CROTTT.. !!!

“Ahhhh.. enaknyaa Nek memekmu. Lezatos numero uno (kelezatan nomer satu)” suara Sentot setelah badai orgasme datang.

Asuuu, mendengar dua sejoli yang umurnya beda hampir 60 tahunan sedang memacu birahi dan anehnya aku gak ikut nafsu mendengar dua sejoli ini ngentot, karena dipikiranku sudah membayangkan Nenek Sentot yang keriput di genjot Sentot. Rasanya sama kayak Kerto tadi mau muntah.

“Sering-sering ya Tot ngentotin Nenek. Nenek sepertinya ketagihan kontolmu ini, meskipun kecil dan imut tapi sudah pas di memek Nenek” suara Nenek Sentot.

“Hehehe. Iyaa Nekkk. Sentot mau bersih-bersih dulu ya Nek” Terdengar ucapan Sentot

Setelah tahu bahwa mereka sudah selesai ngentot. Aku segera mengkode Kerto untuk menyudahi acara mengintip. Aku mengajak untuk kembali ke teras rumah Sentot, terlihat Kerto langsung turun dan membantuku berjalan menuju teras rumahnya Sentot. Kita pun duduk sambil memainkan hp menunggu Sentot bersih-bersih mungkin juga sekalian mandi junub.

“To, nafsu gak melihat sentot ngentotin Neneknya” Ucapku

“Enggak sama sekali cukkk. Gak doyan aku Ton lihat Neneknya. Gila Sentot masih mau aja ngentotin Neneknyaa. Anjingg memang teman kita satu itu” Ucap Kerto

“Sama To. Aku juga gak nafsu sama sekali, kok bisa yaa To. Apa yang ada dipikiran Sentot? Gak habis pikir aku” kataku

“Iyaa sama Ton. Aku juga gak habis pikir” jawab Kerto

KLEKK.. KLEKKK.. KRIEETTTT... !!

Sentot membuka kunci dan pintunyaa, dia langsung terbengong melihat kita berdua yang sudah duduk-duduk di teras rumahnyaa.

“Asuuuu. Kalian dari tadi di sini?” Tanya Sentot dengan heran

“Hehehe. Barusan kok Tot. Tadi aku menelepon hpmu gak kamu angkat yaudah aku ke sini sama Kerto. Mau ajakin kamu ngopi di warung biasanya” Jawabku sambil mengkode Kerto untuk merahasiakan apa yang sudah kami lihat barusan.

“Iyaa Tot. Barusan kok, suerr.. Tahu pintumu tertutup aku pikir keluar rumah yaudah aku tunggu aja disini sama Tono” Ucap Kerto beralibi.

“Iyaa HP aku cess tadi. Lha kok kalian bisa masuk? bukannya pagarnya masih aku kunci.” Tanya Sentot.

“Hehehe, ya manjat Tot. Tuh kakinya Tono korbannya” Jawab Kerto

“Iya nih gara – gara kamu ngajakin manjat. Kakiku jadi terkilir, nih lihat kakiku bengkak” Kataku sambil menunjuk kakiku yang semakin membesar karena lebam.

“Hahahahahaha. Gampang nanti Nenekku suruh mijitin, beliau masih mandi” Ucap Sentot

“Emang habis ngapain kok mandi segala Tot? Kamu juga sepertinya habis mandi. Tuh rambutmu masih basah” Godaku kepada Sentot

“Eh itu anuu.. apa namanyaaa.. mmmhhhh.. Ya mandi aja habisnya gerah bangun tidur barusan.” jawab Sentot beralibi

“Lha nenekmu habis ngapain kok ikutan mandi? Hehehe” Tanya Kerto menggoda Sentot juga.

“Ya habis masaklah tadi. Gak tahu kenapa kok ikut – ikutan mandi.” Jawab Sentot dengan cueknya.

“Oohh gitu. ya ya ya ya.. hahahaha” Jawabku sambil tertawa mendengar kebohongan Sentot.

“Kenapa kalian curiga kepadaku?” Tanya Sentot penuh curiga.

“Enggak Tot enggak. Kerto ini loh penasaran kok mandinya barengan gitu, sudahlah jangan dipikirkan. Bercanda kita mah. Hehehe” ucapku menenangkan biar Sentot gak curiga.

“Ada siapa cuu? Kok rame banget di depan” Sapa Nenek Sentot dari dalam rumah.

“Ini ada duo bidji kesini Nekk. Salah satu bidji ini kakiknya terkilir akibat mau maling di rumah kita Nekk. Tolong di pijitin ya Neekkk” Ucap Sentot dengan asuunya

“Asuuuuuu. Duo bidji jaree (dua biji katanya).” jawabku bebarengan dengan Kerto

“Oohhh Kerto sama Tono. Siapa yang kakinya terkilirr cuu? sebentar Nenek ambilkan minyak urut” Ucap Nenek Sentot sambil melangkah ke dalam rumah.

“Tono nekkk. Biasa badan udah kayak gajah, manjat – manjat ya terkilir deh kakinya gak bisa menopang badan besarnya. Hahahaha” Ucap Sentot sambil tertawa puas.

“Cukkk. Bisa gak se gak ngejek aku Tot. Asuuu” Ucapku dengan jengkel

“Hehehe. Bercanda Tonn. Gitu aja ngambek” Jawab Sentot.

Setelah itu Neneknya keluar sambil membawa minyak urut dan gilanya neneknya juga keramas. Terlihat rambutnya yang hitam mulai pudar menjadi putih tampak basah. Assuuuu. Aku gak bisa bayanginn cukkk. Neneknya Sentot pun mulai memijat kakiku yang terkilir dengan sebelumnya di kasih minyak urut.

“Aduuuhh nekk. Pelan-pelan sakitt.” rintihku mengadu kesakitan

“Ya di tahan cuuu. Ini tulangnya kegeser sedikit. Nenek benerin dulu” Ucap Nenek Sentot sambil memijat kakiku yang terkilir.

Akhirnya nenek mengurut pelan-pelan tulang dan ototku yang terkilir itu. Sudah gak terasa sakit seperti awal-awal tadi. Mungkin sudah lemas ototkuu. Tapi tiba-tiba.

“Habisni di tahan ya cuuu !!” Perintah Nenek Sentot

KREEKKKK.. KLETEKKK.. !!

Bunyi tulangku setelah engkelku di tarik dan di putar untuk mengembalikan tulangku yang kegeser tadii.

“Addaawwwwww.. pelaannn Nekk. sakittttttt” keluhku kesakitan.

“Udahhh selesai ini. Sekarang masih sakit gak? Coba di gerakin telapak kakinyaa” perintah Nenek Sentot

Setelah mendapat perintah dari Nenek Sentot itu. Aku memutar searah jarum jam telapak kakiku. Dan ajaibnya, sudah gak terasa sakit lagi. Kemudian aku mencoba berjalan dan sudah gak terpincang-pincang lagi. Yahud memang Nenek Sentot ini tapi sayang sudah di nodai cucunya yang laknat itu. Hehehe.

“Sudah Nek. Sudah gak sakit dan pincang. Makasih Nek” Ucapku

“Iyaa sama-sama cu. Sudah ya Nenek ke dalam lagi ya” ucap Nenek seraya meninggalkan kita bertiga dan masuk ke dalam rumah.

“Iyaa Nekk. Kok keramas Nek. Tuh rambutnya basah” Goda Kerto

“Emang gak boleh Nenek keramas?” ucap Nenek dengan judesnya

“Ya boleh nek, cuman kok barengan Sentot juga keramas” kata Kerto masih menggodanya.

“Enakk tadi nek?” tanyaku menyahut

“Apanya yang enakk?” tanya belik Nenek

“Itunyaa Nekkk. Puas gak sama Sentot nek?” Jawab Kerto

“Ohhh kurang ajar. Di bilangin Nenek habis masak, badan gerah terus keramas” Jawab Nenek mulai emosi

“Oohhh tak kira lagi enak- enak sama Sentot tadi, kok pakai acara keramas. Hehehehe” Ucapku

“Oohh kurang ajar kalian ini. Rasakan ini” ujar Nenek marah dengan mengambil sapu lidi dan memukulkan ke arahku dan Kerto bergantian.

“Ampuuunnn Nekkk. Ampunnnn, bercanda aja kita mah” Ucapku memohon

“Ayo bilang gitu sekali lagi. Aku cabik-cabik muka kalian berdua. Cucu kurang ajar kaliann.” Ucap Nenek masih dengan emosi.

“Ampuunnn Nekk. Hahahaha” kataku sambil berlari menghindar dari kejaran nenek.

“Tottt. Aku tunggu di warung biasanya yaa. Aku di amuk Nenekmu ini” Ucapku sambil berlari menghindari pukulan Nenek dan keluar dari pekarangan rumah Sentot.

“Oke” Ucap Sentot sambil mengacungkan jempolnya. “Hajar terus Nekkk, biar kapok mereka berdua ituu” Imbuhnya mengadu domba kita berdua

“Lariii !!!” perintah Kerto kepadaku mengajak berlari menjauhi nenek dan keluar rumah nenek menuju warung langganan. Nenek pun mengejar kita berdua sambil membawa sapu lidinya.

HOSHH.. HOSSS.. HOSSSHH.. !!!

“Sudah aman kita To dari kejaran nenek. Gila neneknya Sentot, di pukul beneran. Mana sakit lagi dipukul sapu lidi” Ucapku sambil ngos-ngosan.

“Iyaa nih tapi aku puas menggoda Neneknya Sentot. Hahahaha” Jawab Kerto sambil tertawa

“Iyaa samaa. Hehehe. Yok kita ke warung” ajakku kepada Kerto.

Kami pun berjalan menuju warung langganan kita yaitu warung Mang Sapri dan Bu Jaenab. Suami istri itu bergantian menjaga warung, tapi biasanya kalau siang di jaga Bu Jaenab karena Mang Sapri kalau siang bekerja sebagai kuli bangunan. Baru kalau malam warungnya di jaga Mang Sapri karena buka sampai jam 12 malam. Setelah sampai kita masuk warung

“Mbokkk. Es teh satu sama kopi satu, kamu apa To?” Ucapku setelah sampai di warungnya bu Jaenab. Aku memang memanggil Bu Jaenab dengan sebutan Mbok.

“Es susu satu sama kopi. Biar mengembalikan staminaku” jawab Kerto

“Ehh ada cah gemblong. Pesen itu aja ta?” Tanya Bu Jaenab sambil mengejekku.

“Hehehe, iya Mbokkk. Tambah sexy aja Mbokk” godaku ke Bu Jaenab

“Woghhh, motomu picek po piye? (matamu buta apa gimana?) Badan reyot gini di bilang sexy” Jawab Bu Jaenab dengan judesnya.

“Benerann mbokk. Boleh ya kita berdua icip-icip?” kataku masih terus menggodanya.

“Woghhh, ini uleg – uleg mau? Melayang lho ya uleg-uleg ini kalau kalian macem- macem” ancam Bu Jaenab.

“Ampunn Mbokk. Ampunnn. Hahahaha. Galak amat Mbok” kataku sambil tertawa lepas.

“Kalau sama kalian harus di galakin biar gak kurang ajarr” Ucap Bu Jaenab dengan judesnya

“Ahh mbokk. Gak asyikkk ahh” kataku.

“Emang gue pikirin” jawab Bu Jaenab cuek

Kemudian aku segera duduk di warungnya sambil menunggu pesenan Mbok Jaenab.



Bu Jaenab


Sekilas tentang Mbok Jaenab, kira-kira berumur 45 tahun. Berbadan besar dengan kulit kuning langsat, wajahnya bulat mirip bakpao, berdada besar dengan ukuran sekitar 40D. Big boobs. Kepengen se sebenarnya incip-incip tapi galaknya minta ampun. Aku menggoda sedikit langsung keluar tanduknya, pengen rasanya aku perkosa aja. Huft.

“Mbokkk, kopi satu ya. Widihhh sexy abis nih Mbok” kata Sentot tiba-tiba masuk ke dalam warung.

“Dua bedes (monyet) sudah di marahi datang lagi satu bedes (monyet). emang kalian ini, kalau berani godain aku cabik-cabik pakai pisau ini lho kalian” kata Bu Jaenab sambil mengacungkan pisau ke arah kami.

“Ampuunnn Mbokk. Ampunnn. Hahahaha” Jawab Sentot sambil tertawa.

“Kapokmu kapan (rasain lu) Tot. Kita sudah diem, kamu datang-datang langsung godain. Hahaha” Ucapku dengan tertawa.

“Ya mana ketehek cukkk” jawab Sentot

“Tot kita di belakang warung cukk. Ada yang mau kita bicarain?” ajakku kepada Sentot

“Ayokk. Ada apa nih?” Tanya Sentot dengan antusias.

“Udah nanti aku ceritain di belakang” jawabku. “Mbok aku di belakang ya. nanti pesenan kita anterin ke sana” Ucapku kepada Bu Jaenab sambil berlalu menuju belakang warung.

“Heeemmmmmm” jawab Bu Jaenab dengan nada yang gak enak.

Di ajak ngobrol baik-baik malah jawabnya hammmm.. heemmmm.. haaammm.. hemmm aja. Awas aja kamu Mbok. Emang warungnya Bu Jaenab ini berada di kawasan persawahan dimana belakang warung ini ada hamparan sawah yang luas. Apalagi suasana pagi ini yang belum panas menambah kenyamanan untuk suasana di sini. Apalagi ada beberapa bahasan yang harus kami diskusikan kepada duo bidji ini. Karena kita bertiga ini punya slogan yang sama ‘makan gak makan asal kumpul’ jadi susah senang kita bertiga ini selalu bersama.

“Jadi bahas apa Ton kok ngajak kumpul?” tanya Sentot setelah kita bertiga duduk di warung belakang sambil melihat pemandangan sawah dengan angin semilir.

“Jadi gini Tot, To. Ada yang mau aku diskusikan ke kalian. Kita ini kan pengangguran, kita mencoba peruntungan dengan ikut judi ya hanya di awal-awal menang selanjutnya kalah melulu malah kita minus banyak. Emak juga uangnya kan pas-pasan. Aku mau kerja di kantoran atau di pabrik juga gak sesuai dengan passionku, passionku kan jadi boss” Ucapku sedikit jumawa

“Asuuuu. Bukan passion itu cukkk, tapi cita-cita” jawab Kerto sedikit mengklarifikasi ucapanku.

“Eh iya cita-citaa. Setiap hari aku di marahi Emak aja karena hidup pengangguran ini dan selalu habisin uangnya Emak. Apalagi tadi pagi aku ketahuan mengambil uang Emak. Emak marah besar, kalian gak ada ide gitu buat kita mencari uang selain judi dan judi. apa gak ada jalan lain untuk mencari uang Tot dan To??” ucapku mengakhiri penjelasanku.

“Iyaa aku juga seperti itu Ton. Nenekku kan udah sering mengeluh capek sewaktu menjahit baju pelanggan. Aku gak bisalah terus-terusan berada di bawah bayang-bayang Nenek. Apalagi orang tuaku sudah berapa tahun gak pulang-pulang dan gak ada kabar terus juga gak ngirimin uang. Aku juga kepengen menghasilkan, mau kerja jadi pegawai juga sama seperti kamu, gak minat” Ucap Sentot dengan mata yang berkaca-kaca mengingat orang tuanya.

“Masih enaklah kalian berduaa. Lha aku sudah yatim piatu gak ada yang jadi sandaran apalagi uang peninggalan orang tuaku sudah mau habis gara-gara aku buat judi. Apa gak bingung aku Ton, Tot ?” ujar Kerto.

“Terus kita harus gimana ini To, Tot? Apa kita buka usaha aja ya bahasa gaulnya bisnis gitu?? dan kita bertiga join, kita kelola bareng.” ujarku menawarkan solusi.

“Bagus se Ton solusimu. Boss kan pasti punya usaha. kalau kita hanya mengandalkan peruntungan judi jelas lama. apalagi kita selalu kalah dalam berjudi” Ucap Sentot sambil berpikir.

“Iya bener jugaa. Tapi usaha apa kita ya?” Tanya Kerto.

“Nah itu yang buat aku bingung To, Tot. Usaha apa enaknya kitaa. Jangan sembarangan usaha lho. Usaha hampir sama kayak judi. Belum tahu berhasil apa gak, tapi kalau kita tidak mencoba semakin suram masa depan kita” Ucapku menjelaskan lika liku bisnis.

“Iyaaa betul. Usaha kalau kita gak jodoh juga bikin gulung tikar alias bangkrut” Ucap Sentot menambahi.

“Makanya usaha apa ya yang bikin kita jodoh dengan usaha itu” ucapku juga sambil berpikir.

“Iyaa yaa..eemmhhh..” jawab Kerto dan Sentot serentak sambil mereka berpikit juga.

Kemudian suasana hening. Kita bertiga masih memikirkan usaha apa yang akan kita rintis, karena sekalinya bangkrut kita pasti gak bisa bangkit karena modal kita terbatas. Masih dalam seasana hening Bu Jaenab datang membawa 3 gelas kopi, es teh dan es susu. Kita menyuekin kehadiran Bu Jaenab karena kita gak mau di galakin lagi. Rasanya pengen aku perkosa aja itu binor satu itu. Galaknya minta ampun. Asuu.

“Aku ada ide usaha apa yang jodoh untuk kita bertiga?” ucap Sentot memecah keheningan.

“Apa cukk?” tanyaku dan Kerto bersamaan

“Jadi gini. Kita kan belum tau usaha apa yang jodoh buat kita, karena kan kita bertiga gak bisa melihat masa depan. Bagaimana kalau kita ke dukun untuk bertanya usaha apa yang jodoh untuk kita?” Ucap Sentot menawarkan solusi dengan cara ke dukun.

“Asuuuuu, masak nyari usaha kita perlu ke dukun Tot?” Tanyaku dengan heran.

“Tapi setelah aku pikir-pikir bener juga lho Ton, sapa tau atas arahan dukun kita berjodoh dan gak bangkrut, karena dukun kan bisa melihat masa depan kita. nanti dukun akan mengarahkan kita ke sana. Modal kita kan tipis Ton, kalau gak jodoh dan bangkrut, habislah kita Ton” Ucap Kerto berapi-api.

“Yaudalah terserah kalau gitu. Tapi pertanyaannya dimana dukun yang sakti itu To, Tot?” Tanyaku. Sebenernya aku punya kenalan dukun yang memberi saran agar mengentot Emak, tapi aku sudah tidak percaya lagi dengan dukun itu.

“Aku ada kenalan dukun tapi di kota sebelah nanti malam kita bertiga ke sana, tapi dukunnya buka praktek mulai jam 12 malam sampai subuh aja” ucap Sentot yang sepertinya tahu dimana dukun itu.

“Berapa jam kita sampai ke tempat dukun itu?” tanyaku

“Deket sini Ton. 30 menit sampai di kotanya. Tapi kalau sampai ke rumahnya nambah 30 menit lagi, karena rumah di pegunungan. Kita perlu naik dulu ke pegunungan itu. Jadi kurang lebih 1 jam-an kita sampai di tempat dukun itu” jawab Sentot.

“Okee berarti kita berangkat jam 11 malam yaa. Sebelum jam 11 kita kumpul di rumahnya siapa ini?” kata Kerto

“Rumahmu aja ya Tot?” Kataku

“Okee deh.” jawab Sentot

“Eh tapi sebelum ke rumahnya dukun aku punya rencana lain” kataku.

“Cukkk ada aja kamu itu, by the way rencana apa tuh?” Tanya Kerto

Aku pun mulai menceritakan sakit hatiku sama omongannya Bu Jaenab. Sudah galak, omongannya nylekit (bikin sakit hati) lagi. Kemarin-kemarin Bu Jaenab bilang ke Emakku kalau aku ini suka nggoda, pemuda gak jelas, pemuda pengangguran dan lain-lain. Pokoknya Bu Jaenab memaki-maki aku di depan Emakku dan banyak orang. Emakku sampai malu di buatnyaa. Untung aja Emak bisa menahan emosi dan tidak kerasukan Buto Ijo. Kalau sampai kerasukan habis sudah Bu Jaenab itu.

“Gimana kalau kita perkosa aja dia ?” ucapku sambil berbisik-bisik menutup penjelasanku.

“Assuuuuu, rencana jahat itu anak mudaa. Tapi boleh juga se. Aku nafsu soalnya lihat dia, kita gilir kah nanti” Ucap Kerto sambil bisik-bisik juga.

“Iyaa aku juga nafsuu” imbuh Sentot.

“Asuuuu, gak usah. Kita foursome aja dia. eh To, cairan perangsangmu yang buat menyikat budemu masih ada?” Tanyaku kepada Kerto.

“Asuuu. Budemu kamu sikat To? Dan pakai cairan perangsang? gilaa kamu.” kata Sentot dengan nyinyir.

“Raimuuuu (wajahmu), mending aku masih nyikat budeku. Lha kamu Nenekmu aja kamu sikat, cucu durhaka kamu itu” ejek Kerto kepada Sentot

“Asuuuu, jadi kalian tadi mengintipku?” Tanya Sentot yang terlihat kaget karena aibnya terbongkar kita berdua.

“Iyaaa cokkkkkk. Hahahahaha” jawabku bersamaan dengan Kerto sambil tertawa lepas.

“Bangsat kaliann. Padahal aku menyembunyikan itu, kita emang bernasib sama ya. Aku sama Nenekku, Tono sama Emaknya, Kerto sama Budenyaa. Emang kita di lahirkan bernasib sama. Hahahahha” kata Sentot menghibur diri agar tidak terlalu malu karena ketahuan mengentot Neneknya.

“Kamu yang parah cukkk. Emakku masih padat kulitnya, Budenya kerto juga masih padet, lha nenekmu udah keriput masih aja kamu sikat” Ejekku membully Sentot.

“Lha gimana? Gak ada pelampiasan lagi aku cukkk.” Jawab Sentot pasrah.

“Hahahaha, asuuuu” Ucap Kerto.

“Kembali ke rencana, jadi gimana rencanamu Ton?" Tanya Sentot mengalihkan perhatian karena kita berdua sedang membullynya.

Aku pun menjelaskan bahwa kalau malam Bu Jaenab di rumah sendiri, anak-anaknya sudah berumah tangga dan mempunyai rumah masing-masing sedangkan Mang Sapri lagi jaga warung. Aku mengajak jam 8-an ke rumahnya Bu Jaenab.

“Terus alasan apa yang akan kamu gunakan untuk ke rumahnya?” Tanya Sentot.

“Beres itu sudah aku atur. Pokoknya kalian tinggal jadi aja. Dan untuk kamu To, siapin cairannya untuk nanti malam. Dan sekarang kalian tinggalkan warung dulu, kalian ke rumahnya Sentot, 15 menit lagi aku susul. Oh ya dan bilang ke Bu Jaenab!! Aku yang bayar kopi dan es susumu itu.” Ucapku memberikan penjelasan kepada mereka berdua.

“Siap boskuuu” ujar mereka berdua secara serentak.

Setelah kita menyiapkan rencana, Kerto dan Sentot berdiri untuk pulang sedangkan aku masih tinggal di sini dan membakar sebatang rokok.

“Mbokk aku pulang dulu. Kopi sama es susuku di bayar Tono” Ucap Kerto seraya meninggalkan warung.

“Sama mbokk, aku juga pulang dulu. Kopiku di bayar Tono juga” Imbuh Sentot juga sudah mulai berjalan meninggalkan warung.

“Yoooo..” Jawab Bu Jaenab masih dengan nada gak enak di dengar.

Setelah mereka berdua pergi dari warung, aku menghisap sebatang rokok kemudian aku akan menyusul mereka. Aku juga sudah menyiapkan strategi untuk menaklukkan Bu Jaenab. “rasakan kau mbokk” batinku geram setelah dia menyakiti Emak tersayangku. Setelah beberapa saat setelah aku menghabiskan satu batang rokok kemudian aku mulai menjalankan aksiku yang sudah aku persiapkan tadi.

“Mbok jadi berapa, kopinya 3, es teh sama es susu?” Tanyaku kepada Bu Jaenab.

“16 ribu Ton” jawabkuu.

Aku pun mengambil uang di saku celana pendekku. “lho kok gak ada ya Mbok uangku. Perasaan aku taruh di saku tadi” ucapku mencari- cari uang di sakuku dan aku juga mengambil dompet untuk aku cek juga gak ada isinyaa.

“Mbok, dompetku juga kosong ini” ucapku sambil memperlihatkan dompetku yang kosong tidak ada uang.

“Lho-lho, lha gimana. Masak mau bon, gak mau aku. Kalau gak ada uang gak usah sok-sok-an nraktir teman. Belagu amat kamu Ton” Ucap Bu Jaenab dengan galaknya.

“Tadi aku bawa uang Mbok. Apa jatuh tadi ya?? soalnya aku ke sini tadi sambil lari-lari kecil” Ucapku sambil merogoh kantong saku biar seolah-olah percaya dengan kebohonganku.

“Terus gimana? Pokoknya aku gak mau kamu ngutang. Ujung-ujungnya pasti gak dibayar” Ucap Bu Jaenab.

Asuuuu.. Terlihat banyak petani-petani atau warga yang lagi ngopi memandang ke arahku. Betapa malunya aku setelah dikatain seperti itu, tapi emang ini siasatku. Hehehe.

“Udah gini mbok. Nih KTP-ku kalau mbok gak percaya. Nanti malam aku ke rumahmu untuk bayar ini” Ucapku sambil menahan emosi setelah di katain tadi.

“Kenapa harus nanti malam? Gak setelah ini aja?” Tanya Bu Jaenab.

“Gini Mbok, Emakku sudah pergi tadi pagi. Rumahku kan di kunci dan aku juga mau pergi sama Kerto dan Sentot, bayar- bayar aku Mbok. Ini lho jaminanku” Ucapku sambil menyerahkan KTP-ku.

“Bayar disini aja ngapain harus ke rumah?” Tanya Bu Jaenab sambil menyahut KTP-ku.

“Aku nanti malam mau pergi Mbok. Sekalian pas berangkat aku mampir ke rumahmu untuk bayar dan ngambil KTP-ku ini. Kalau ke warung ini dulu muter Mbok, kan rumahmu sejalan dengan arah keluar desa Mbok” kataku memberikan alasan logis. Memang rumah Bu Jaenab searah dengan jalan keluar Desa.

“Banyak alasan kamu. Yaudah, awas kalau nanti malam gak datang. aku patahkan ini KTPmu” Jawabnya dengan nada nyindir.

“Iya-iya Mbok, aku janji. 16 ribu ya tadi. Yaudah aku pergi dulu” Ucapku sambil cepat-cepat meninggalkan warung karena tatapan orang yang ke warung sama mengejeknya dengan ucapan Bu Jaenab tadi.

“Yaudah sana-sana. hush.. hush” Ucapnya sambil menggerakkan tangan untuk mengusirku.

Aku pun segera meninggalkan warung setelah tatapan warga sekitar sudah gak enak, karena aku di pandang oleh warga sebagai pemuda yang malas-malasan tidak mau bekerjaa. Apalagi setelah kata-kata yang di ucapkan Bu Jaenab tadi sungguh mengiris hatiku. “Lihat aja nanti malam mbok. kamu akan merintih kenikmatan dengan sodokan sedotanku ini. huft” batinku sambil berjalan menuju rumah Sentot. Setelah sampai rumah Sentot, aku di sambut dua sahabat sejatiku ini.

“Hai my best friend” Ucapku menyapa duobidji ini.

“Cukk. Gimana tadi? Berhasil gak siasatmu.”tanya Sentot setelah melihatku datang.

“Berhasillah, tinggal eksekusi aja. To, siapin ya cairan itu !!.. tapi kita gak bisa main alus. Aku juga mau nyiapin obat bius kemudian kita paksa minum cairan perangsang itu. Gimana?” Tanyaku setelah memberikan penjelasan.

“Okee masukkkk.” jawab mereka berdua serentak

“Okee. Sekarang kita istirahat dulu. Menyiapkan tenaga buat nanti malam. Kita buat Bu Jaenab meronta-ronta kenikmatan. Tidak sabar membalaskan dendam. Hahahaha” Ucapku berapi-api.

“Siapppp. Yaudah kita berpisah ya. Jam berapa nanti malam?” Tanya Sentot

“Jam 8-an kita kumpul disini.. “ Ucapku. Terlihat Sentot menganggukan kepalanya tanda setuju.

Kemudian kita pulang ke rumah masing. Sedangkan aku gak pulang ke rumah karena Emak pasti masih marah-marah, bisa-bisa kena jurus auman singa lagi ini. Aku ke rumahnya Kerto untuk istirahat di sana. Butuh waktu satu harian untuk meluluhkan hati Emak. Jadi sekarang aku biarkan Emak kesal dulu, besok pasti sudah enakan dan lupa kalau aku mengambil uangnya. Hehehe.







(Bersambung…)
 
Last edited:
Top